Badan Semi Otonom (BSO) HMME “Atmosphaira” ITB Gelar Kegiatan Edukasi Kebencanaan Hidrometeorologi kepada Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Majalaya

Minggu, 08 Oktober 2023

Kegiatan Edukasi Kebencanaan Hidrometeorologi oleh
BSO “Zephyrus” HMME “Atmosphaira” ITB

BANDUNG, meteo.itb.ac.id – Sebanyak 29 mahasiswa program studi Meteorologi Institut Teknologi Bandung (ITB) gelar kegiatan edukasi kebencanaan hidrometeorologi kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Majalaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (30/7/2023) di Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.

Kegiatan edukasi kebencanaan hidrometeorologi ini merupakan salah satu program kerja divisi Public Relation of Community Service (PRCS) yang dinaungi oleh Badan Semi Otonom “Zephyrus” HMME “Atmosphaira” ITB. Kegiatan edukasi kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Majalaya tersebut mengusung tema Tanggap Bencana – Edukasi Mengenai Kebencanaan Hidrometeorologi. Konsep yang digunakan pada kegiatan ini adalah post-to-post, dimana setiap pos berisi berbagai edukasi mengenai kebencanaan hidrometeorologi yang disampaikan secara menarik dan aplikatif. Terdapat lima pos, yaitu pos Karakteristik Majalaya, Pembuatan Rain Gauge sederhana, Pemantauan Cuaca, Peringatan Dini, hingga Manajemen Kebencanaan.

Pemberian materi kepada siswa-siswi SMAN 1 Majalaya

Pemberian materi dilakukan oleh mahasiswa Meteorologi ITB dan juga komunitas kebencanaan masyarakat Majalaya yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Komunitas tersebut antara lain adalah Garda Caah, Jaga Balai, dan Siaga Warga Majalaya.

“Sistem penyampaian materinya dibebaskan tiap pos. Contohnya di pos Pemantauan Cuaca diberikan penjelasan mengenai AWS (Automatic Weather Station), di pos Rain Gauge sederhana diberikan penjelasan mengenai apa itu Rain Gauge, fungsinya buat apa, dan diajarkan juga cara membuat Rain Gauge sederhana menggunakan botol bekas. Pada pos Karakteristik Majalaya, di cetak peta topografi dan peta Daerah Aliran Sungai Majalaya kemudian dijelaskan oleh kami, para mahasiswa, serta dibantu juga oleh pihak komunitas dari masyarakat Majalaya,” ujar Ahrish, salah satu anggota BSO.

Persiapan kegiatan edukasi kebencanaan hidrometeorologi ini dilakukan sejak bulan Agustus 2023. Jumlah peserta SMA Negeri 1 Majalaya yang mengikuti kegiatan tergolong cukup banyak, yaitu 90 orang siswa-siswi perwakilan dari kelas 10-12 dan juga anggota ekstrakulikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

“Hal yang menarik selama kegiatan adalah siswa-siswi yang antusias dalam menerima materi, semuanya pintar-pintar dan aktif dalam bertanya,” ujar Erin, anggota divisi PRCS BSO.

Ahrish dan Suci berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Majalaya dan anak-anak muda di Indonesia. Mereka berpesan agar anak-anak muda lebih sadar dengan dampak bencana yang terjadi di sekitar lingkungan mereka.

“Anak-anak SMA gak semua yang lulus akan langsung kuliah kan, pasti ada yang kerja, terutama di daerah mereka sendiri yaitu Majalaya. Terlebih lagi Majalaya ada di cekungan Bandung dan rawan banjir, setidaknya mereka sudah tau secara umum tentang daerah mereka sendiri. Diajarkan juga mengenai mitigasi bencana banjir agar mereka tidak kosong banget mengenai hal tersebut. Meskipun orang tua mereka sudah tau, tapi karena mereka sudah dewasa, diharapkan bisa bergerak sendiri dan bisa membantu pihak komunitas masyarakat Majalaya yang biasa melakukan mitigasi pada masyarakat umum ,” ujar Ahrish

Reporter : Mely Anggrini, ME’22

Editor : Muhaji Sahnita Putri, ME’19

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *