Sambutan Kaprodi

Selamat datang!

Program Studi Meteorologi ITB didirikan untuk mengembangkan kemampuan sumberdaya manusia Indonesia dalam bidang meteorologi. Untuk tujuan itu, program studi berfokus pada pengajaran sains atmosfer yang berkaitan dengan sifat fisis atmosfer bumi dan proses-proses dinamis di dalamnya; mengkaji secara khusus proses cuaca dan iklim di Indonesia dan kaitannya dengan kondisi ekstrem serta perubahan iklim global, dan mengembangkan penelitian di bidang aplikasi IPTEK untuk pengamatan dan prediksi cuaca dan iklim, serta pengelolaan sumberdaya air dan lingkungan atmosfer untuk mendukung pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Saat ini ada empat tantangan besar yang menjadi fokus pengajaran dan penelitian di lingkungan prodi meteorologi selama tahun 2020-2030:

1. Kebencanaan hidrometeorologi. Negara Indonesia sangat rawan akan kebencanaan hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan kekeringan, serta bencana kolateral sebagai dampak berlanjut di bidang lain seperti kesehatan dan kerusakan lingkungan. Pemahaman yang rinci tentang karakteristik cuaca dan iklim penyebab bencana tersebut perlu dipelajari untuk mengurangi risiko bencana yang dapat muncul.

2. Perkembangan ilmu dan aplikasi meteorologi. Pemikiran konsep baru dan pengembangan IPTEK meteorologi berkembang dengan cepat, khususnya dalam observasi dan analisis data yang sangat besar, pemodelan dan prediksi cuaca dan iklim, serta perubahan iklim. Perkembangan dunia industri juga tidak luput dari kebutuhan ilmu dan aplikasi meteorologi. Oleh karena itu keilmuan meteorologi yang diajarkan harus mampu mengikuti perkembangan IPTEK meteorologi dan memenuhi kebutuhan industri.

3. Kerusakan lingkungan. Manusia sebagai salah satu komponen iklim yang sangat aktif, menimbulkan masalah lingkungan yang berdampak  terhadap kondisi cuaca dan iklim. Pertambahan penduduk, dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, memberikan dampak penurunan kualitas lingkungan yang sangat signifikan. Dengan demikian seorang ahli Meteorologi selain harus mempunyai wawasan tentang lingkungan juga mampu memberikan rekomendasi dan memanajemen untuk menyelesaikan masalah-masalah di atas khususnya yang berkaitan dengan atmosfer dan hidrosfer.

4. Energi terbarukan. Krisis energi yang terjadi sekarang ini dan tumbuhnya kesadaran tentang pembangunan yang ramah lingkungan, menimbulkan upaya yang lebih besar untuk mengoptimalisasikan sumberdaya energi di segala sektor. Oleh karena itu kebutuhan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan seperti energi matahari, angin, dan hidro, semakin meningkat. Kajian mengenai sumber-sumber energi baru terbarukan yang potensial tersebut berkaitan erat dengan keilmuan Meteorologi.

Tantangan-tantangan di atas penting untuk dijawab dan diselesaikan demi keberlangsungan hidup yang lebih baik bagi masyarakat di dunia dan Indonesia khususnya. Ini semua bisa berhasil dengan sumberdaya manusia yang mendukung. Bagi yang tertarik pada keilmuan meteorologi ataupun aplikasinya, kami akan tunggu Anda di Prodi Meteorologi untuk bisa ikut andil dalam penyelesaian tantangan-tantangan di atas!

Bandung, Januari 2020

Ketua Program Studi Meteorologi

Dr. Edi Riawan

Dr. Edi Riawan
Ketua Prodi Meteorologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian