Layanan Internet/Intranet

Jaringan internet di Program Studi Meteorologi merupakan bagian dari jaringan internet Institut Teknologi Bandung yang dikelola oleh USDI-ITB (Unit Sumber Daya Informasi). Untuk mengakses layanan internet dari luar jaringan ITB diperlukan akun internet (INA – Internet Network Account) yang bisa diperoleh dari USDI-ITB. Karena layanan ini dikelola oleh USDI-ITB maka penggunaannya tunduk pada aturan-aturan ITB yang dalam hal ini ditetapkan oleh USDI-ITB. Penjelasan mengenai aturan akses internet di ITB bisa diperoleh di http://nic.itb.ac.id.

Selain layanan yang disediakan oleh ITB, Program Studi Meteorologi juga mengelola beberapa layanan internet dan intranet, yang terutama ditujukan bagi civitas Program Studi Meteorologi. Beberapa layanan internet/intranet yang dikelola oleh Prodi Meteorologi diantaranya prediksi cuaca realtime berbasis numerik, layanan e-mail, shell (SSH), file server (FTP), dan koneksi wireless melalui Wireless Access Point (WAP). Layanan-layanan ini hanya diperuntukan bagi anggota civitas Prodi Meteorologi ITB dan tamu di Program Studi Meteorologi ITB. Orang luar (selain anggota civitas Prodi Meteorologi ITB) yang ingin memanfaatkan layanan ini harus mendapatkan izin dari Kepala Laboratorium Analisis Meteorologi (sebagai pengelola jaringan) dan administrator jaringan Prodi Meteorologi.

Prediksi cuaca berbasis numerik merupakan hasil karya Prodi Meteorologi khususnya Laboratorium Prediksi Cuaca dan Iklim (Weather and Climate Prediction Lab. – WCPL) yang sekarang bernama Laboratorium Analisis Meteorologi. Website prediksi cuaca ini bisa diakses di alamat http://weather.meteo.itb.ac.id. Prediksi cuaca numerik ini masih bersifat eksperimental dan masih dalam pengembangan terutama pada setting model yang digunakan. Model-model yang digunakan dalam prediksi cuaca ini ada 3, yaitu MM5 (NCAR/Penn State Mesoscale Model 5), WRF-ARW (NCAR Weather Research and Forecast – Advanced Research WRF), dan NHM (MRI NonHydrostatic Model). Selain itu digunakan juga model WW3 (NOAA WaveWatch 3) untuk prediksi gelombang laut dengan menggunakan input dari hasil prediksi model cuaca MM5.

Layanan e-mail diberikan berupa akun e-mail dengan suffix @meteo.itb.ac.id dengan kapasitas mencapai 5 GB untuk dosen, 4 GB untuk staff/pegawai, dan 3 GB untuk mahasiswa/alumni/tamu. Layanan e-mail ini bisa diakses dengan login (shell) melalui SSH ke server cirrus.meteo.itb.ac.id. Untuk koneksi SSH dari workstation ke server, pengguna bisa menggunakan aplikasi SSH client semacam putty yang bisa diperoleh dari http://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/putty. Dalam shell, pengguna bisa menggunakan program pine atau mail untuk membaca/mengirim e-mail. Selain melalui login shell, pengguna juga bisa membaca/mengirim e-mail menggunakan program mail client pihak ketiga, misalnya MS Outlook atau Mozilla Thunderbird,  yang terinstall di komputer/laptop pengguna. Hal ini bisa dilakukan karena mail server Meteorologi telah dilengkapi dengan aplikasi POP3, sehingga pengguna bisa men-download e-mail-nya ke komputer masing-masing. Akan tetapi, kedua cara akses mail ini hanya bisa dilakukan dari dalam jaringan ITB. Hal ini dikarenakan kebijakan ITB yang menutup akses SSH dan POP3 dari luar jaringan ITB. Untuk mengatasi hal tersenut, pengguna dapat memanfaatkan layanan webmail yang telah disediakan oleh Prodi Meteorologi. Layanan ini bisa diakses menggunakan web browser di alamat http://webmail.meteo.itb.ac.id. Dengan menggunakan layanan webmail ini, pengguna bisa membaca/mengirim e-mail dari mana saja, termasuk dari dalam jaringan ITB. Penggunaan webmail juga akan mempermudah pengguna karena interface-nya sangat mudah dan intuitif, mirip seperti layanan webmail komersil semacam Yahoo atau Gmail.

Layanan file server yang diberikan berupa network storage dengan kapasitas yang sama dengan layanan e-mail di atas. Layanan ini bisa diakses menggunakan FTP client seperti Total Commander, atau bisa juga menggunakan file explorer seperti MS Explorer, Nautilus, dll. Network access storage (NAS) ini berada di server thunderstorm.meteo.itb.ac.id. NAS ini bisa diakses secara anonymous untuk mengambil data saja. Akan tetapi untuk menyimpan data diperlukan login dan password untuk mengakses server tersebut.  Selain di thunderstorm, pengguna juga bisa melakukan penyimpanan data di server cirrus. Akan tetapi, layanan file server di cirrus bersifat tertutup sehingga tidak bisa diakses secara anonymous. Layanan ini lebih diperuntukkan bagi user yang ingin menyimpan file-file penting saja. Kedua layanan file server ini hanya bisa diakses dari dalam jaringan ITB saja karena NIC ITB juga menutup akses FTP dari luar jaringan ITB.

Layanan akses wireless di Prodi Meteorologi lebih diperuntukkan bagi anggota civitas yang menggunakan laptop untuk melakukan koneksi internet. Layanan ini berupa protected wireless access point (PWAP) yang diletakkan di sekitar lingkungan Prodi Meteorologi ITB. Karena akses wireless ini diproteksi maka pengguna memerlukan login dan password untuk menggunakannya. Tata cara lengkap untuk menggunakan wireless bisa dilihat pada halaman Akses Wireless Meteorologi ITB.

Untuk mengakses semua layanan diatas diperlukan credential (login dan password) khusus yang disebut Meteorology Account (MetA). Dengan memiliki MetA maka user dapat menggunakan semua layanan di atas. Untuk satu akun MetA pengguna akan memiliki satu e-mail ber-suffix @meteo.itb.ac.id, dua network access storage dengan kapasitas minimum masing-masing 3 GB (sesuai grup), dua shell access (di cirrus dan thunderstorm), dan hak untuk menggunakan wireless access point di lingkungan Prodi Meteorologi ITB.

MetA bisa diperoleh melalui registrasi ke administrator jaringan Prodi Meteorologi ITB. Dalam registrasi, calon pengguna harus menyertakan nama lengkap, username yang diinginkan (username ini juga akan menjadi nama akun e-mail) beserta password-nya, dan NIM/NIP/NIK calon pengguna. Registrasi MetA bisa dilakukan dengan mendatangi langsung administrator jaringan atau melalui email ke dewa108[at]meteo.itb.ac.id. Administrator berhak menolak registrasi apabila calon pengguna bukan merupakan anggota civitas Program Studi Meteorologi ITB.

Layanan internet/intranet di Program Studi Meteorologi memiliki aturan (policy) dan tata cara tersendiri. Aturan ini ditetapkan oleh administrator jaringan Prodi Meteorologi dan setiap pengguna wajib tunduk terhadap aturan-aturan tersebut. Apabila peraturan tersebut dilanggar, maka administrator berhak menghentikan akses pengguna dari dan ke jaringan Meterologi ITB.