Civitas

Di dalam atmosfer Program Studi ini ada beberapa komponen-komponen inti yang menunjang berbagai kegiatan dibawah Program studi. Komponen tersebut diantaranya adalah Staf Dosen, Staf Karyawan dan mahasiswa. Komponen tersebut berperan penting dalam kegiatan akademik, administrasi dan kemahasiswaan di dalam lingkup Program Studi Meteorologi.

Dalam Program Studi Meteorologi, civitas dosen berjumlah 10 orang dengan rincian sebagai berikut :

  • 1 dosen bergelar profesor
  • 4 dosen bergelar doktor
  • 5 dosen bergelar magister

Dari keseluruhan staf pengajar tetap tersebut selain merupakan lulusan ITB dan luar negeri (Jepang dan Jerman), bidang keahliannyapun beragam. Diantaranya :

  • 2 orang yang memiliki keahlian dalam Meteorologi Pemodelan
  • 2 orang memiliki keahlian Meteorologi Lingkungan
  • 2 orang memiliki keahlian dalam Meteorologi Klimatologi
  • 1 orang berkeahlian Hidro Meteorologi
  • 1 orang berkeahlian Meteorologi Pertanian
  • 1 orang berkeahlian Meteorologi Fisis dan Instrumentasi

Program Studi Meteorologi juga memanfaatkan dosen luar biasa atau dosen tamu yang memiliki kepakaran dengan topik terbaru, baik itu bersal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Hal ini dapat ditunjukkan dari tersedianya matakuliah untuk dosen tamu tersebut, misal ME-4004 Kapita Selekta, yang dapat diambil oleh mahasiswa. Adapun pemanfaatan dosen luar biasa atau dosen tamu telah dilakukan pada tahun 1998 dan tahun 2000. Untuk tahun-tahun mendatang, baru dirintis kembali kerjasama pendidikan dengan Universitas Kyoto Jepang.

Untuk melayani administrasi akademik dan administrasi umum di Prodi Meteorologi memiliki staf administrasi sebanyak 8 orang, yaitu :

  • 4 orang Laboran/Teknisi/Analis/Operator/Programer
  • 3 orang Administrasi
  • 1 orang Pembantu Umum.

Sesuai dengan Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan ITB (yang terbaru berdasarkan SK Rektor ITB No. : 297/SK/K01/PP/2009), mahasiswa baru Prodi Sarjana Meteorologi dapat diterima sebagai mahasiswa reguler ataupun mahasiswa khusus. Untuk mahasiswa reguler, penerimaan dilakukan melalui ujian saringan masuk, yang terdiri dari Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN, dahulu SPMB)  dan Ujian Saringan Masuk (USM) – ITB.  Adapun penerimaan mahasiswa khusus ditentukan oleh Rektor ITB berdasarkan hasil ujian penempatan (placement test).  Mahasiswa khusus (non reguler) program sarjana dapat berstatus sebagai :

  • Mahasiswa pindahan (transfer), yaitu mahasiswa yang pindah dari universitas/perguruan tinggi lain di luar negeri
  • Mahasiswa tugas belajar dari instansi/lembaga negara/swasta yang mempunyai kerjasama dengan ITB
  • Mahasiswa program kerjasama dari Perguruan Tinggi lain yang mempunyai kerjasama dengan ITB,