Posted October 15, 2012 by admin in Edukasi

Banjir, Hujan dan Cuaca Ekstrem


Setahun terakhir, Indonesia gempar karena bencana yang bertubi-tubi. Banjir Baleendah & Dayeuhkolot (Feb 2010), longsor Ciwidey (Feb 2010), banjir wasior (Okt 2010), semuanya telah memakan korban jiwa, materi, maupun psikis yang tidak sedikit. Tidak hanya hilangnya harta benda, tapi juga hancurnya rumah penduduk, munculnya wabah penyakit di pengungsian, berujung pada ketidaknyamanan hidup di daerah bencana. Banyak diantara kita yang berpikir bahwa bencana-bencana itu diakibatkan oleh cuaca ekstrim. Benarkah demikian?

Cuaca ekstrim. Tunggu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan cuaca ekstrim? Apakah artinya hujan deras? Ternyata apa yang menjadi pandangan masyarakat tidak sepenuhnya benar karena kurang sempurnanya pemahaman mengenai definisi cuaca ekstrim itu sendiri. Cuaca ekstrim adalah kondisi cuaca yang sangat jarang terjadi, mengandung resiko bencana, dan parameter yang diukur nilainya sangat besar atau sangat kecil (misalnya pada curah hujan dan temperatur). Sebagai contoh, temperatur di Bandung biasanya sekitar 18 sampai 30 derajat celcius, dan jika suatu malam suhu mencapai -2 derajat celcius hingga terjadi salju, itu cuaca ekstrim. Dan misalnya di siang hari suhu di Bandung mencapai 37 derajat celcius, itu juga cuaca ekstrim.

Kemudian mungkin muncul pertanyaan, apakah hujan lebat di Indonesia merupakan cuaca ekstrim? Hujan lebat terjadi karena besarnya dan banyaknya awan konvektif yang tumbuh di langit Indonesia. Indonesia berada tepat di ekuator, ini menyebabkan Indonesia menerima banyak radiasi dari matahari dengan waktu yang lama. Jumlah penguapan yang besar menjadikan awan konvektif sangat mudah untuk tumbuh. Jadi, hujan lebat adalah normal di negara kita. Kita bisa mengatakan hujan tersebut cuaca ekstrim atau tidak, tergantung pengukuran curah hujan yang dilakukan di wilayah observasi. Hasil pengukuran itu diamati dan dibandingkan dengan data curah hujan yang biasa terjadi.

Hujan lebat memang bisa menyebabkan banjir. Namun banjir terjadi bukan semata-mata karena curah hujan yang tinggi. Banyak faktor lain yang mempengaruhinya seperti pembalakan liar, tersumbatnya aliran sungai karena sampah, tata kota yang kurang baik, dan lain-lain.

***

Ditulis oleh Nurinda S S


admin