Posted November 5, 2013 by admin in Edukasi

Sistem Tropis

Wilayah tropis adalah wilayah di antara 23,5°LU sampai 23,5°LS. Tetapi, bats daerah tropis bukan berupa garis lurus. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kondisi regional dan lokal.

Daerah dengan iklim tropis disinari matahari sepanjang tahun, karena perjalanan semu matahari seakan-akan matahari bergerak ke utara dan selatan bumi membentuk lintasan seperti sinusoidal. Matahari melewati equator dua kali dalam setahun. Hal ini menyebabkan karakteristik wilaya tropis, yaitu mengalami musim panas sepanjang tahun, radiasi matahari rata-rata tinggi, temperatur udara di permukaan tinggi, tekanan udara di permukaan rendah, angin bertiup dari tekanan tinggi subtropis menuju tekanan rendah equator. Tiupan angin ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Jadi, jelaslah bahwa kondisi fisis, dinamika, dan proses atmosfer di wilayah tropis dipengaruhi oleh matahari sebagai sumber energi.

Di wilayah tropis, jauh dari pengaruh jet stream lintang menengah, angin bertiup dari timur ke barat. Cuaca di daerah tropis relatif stabil dari hari ke hari, angin bertiup pada kecepatan yang relatif konstan, yaitu dari 15 sampai 30 km/h. Terdapat banyak awan kumulus, bahkan saat cuaca cerah. Di daerah dekat equator, awan ini membesar sejak pagi hingga siang, menghasilkan hujan harian di hutan, dan hujan lebat yang tiba-tiba di ITCZ sekitar ocean.

Cuaca di wilayah subtropis (sekitar 10°LU sampai 25°LU dan 10 °LS sampai 25°LS) tidak selalu ramah. Tropis di wilayah tersebut terganggu oleh pertumbuhan siklon. Equator menerima jauh lebih banyak energi dari matahari, daripada yang bisa ia radiasikan ke angkasa. Terkadang sirkulasi normal atmosfer tidak cukup untuk menjaga keseimbangan. Bisa dilihat, ITCZ membuat efeknya terasa dalam bentuk siklon tropis. Sistem ini berawal sebagai sebuah palung, dengan pembelokan siklonik dari tiupan angin. Awan dan hujan menyertai gelombang timuran ini, dan sistem berpindah dari timur ke barat. Jika intensifikasi terjadi, sebuah sistem tekanan rendah yang tertutup dan berotasi, dinamakan tropical depression, muncul, dan kemudian presipitasi meningkat. Sirlkulasi ini bisa terkonsentrasi, menghasilkan angin kencang dan hujan lebat dari badai tropis.

Sistem cuaca tropis membantu transfer panas dari ekuator ke kutub, yang sumber panasnya diperoleh dari sabuk lintang antara 10°LU dan 10°LS, yang merupakan bagian yang selalu tertutup awan cumulonimbus raksasa. Selain itu, membantu dalam menjaga keseimbangan panas bumi, diantaranya dengan adanya run off dari daratan ke lautan, sirkulasi osean, sirkulasi atmosfer, dan transfer panas dari palung ekuator. Sistem ini juga menyediakan banyak hujan yang dibutuhkan di area kering seperti di Texas dan Mexico. Namun juga dapat menghasilkan siklon tropis yang menyebabkan kerusakan karena angin kencangnya, yang berkecepatan sekitar 320 km/h, di beberapa kasus ekstrim. Selain itu, banyak bencana lain disebabkan oleh kekasaran dan tinggi lautan yang dihasilkan oleh angin dan pusat tekanan rendah.

Dea Tania Octarina

12807015


admin