Posted October 20, 2013 by admin in Berita

BMKG : Waspada Hujan Angin Hingga Akhir Oktober

Lagi-lagi BMKG mengeluarkan sebuah peringatan kepada masyarakat sekitar tentang cuaca akhir-akhir ini. Tiada hari tanpa berita cuaca. Karena kita tahu bahwa kita tak akan mungkin pernah lepas dari cuaca. Entah kita di rumah, di sekolah, di kantor, terlebih di jalan raya. Cuaca sangatlah mempengaruhi kegiatan manusia. Dengan adanya informasi cuaca yang cepat lugas dan semoga dapat diandalkan, diharapkan produktivitas masyarakat pun bisa lebih bagus dan dapat terus berkembang. Berikut salah satu kegunaan ilmu meteorologi bagi manusia, ia dapat memperkirakan hujan dan angin yang mungkin terjadi..

Solopos.com, SEMARANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Semarang memprediksi hujan deras disertai angin kencang bakal berlangsung hingga akhir Oktober.

Pasalnya, gejala tersebut merupakan gejala umum yang selalu terjadi saat musim pancaroba atau musim peralihan dari kemarau ke penghujan. Demikian disampaikan Forecaster On Duty BMKG Semarang, Yoga Sambodo pada Sabtu (19/10/2013) malam.

Yoga mengatakan, secara umum gejala musim pancaroba yang di Jawa Tengah masih normal. “Awal musim penghujan atau disebut juga musim pancaroba itu ditandai adanya awan-awan konveksi yang pertumbuhannya menjulang ke atas,” terangnya.
Keberadaan awan ini menyebabkan adanya hujan deras yang sifatnya lokal, petir disertai angin yang bertiup kencang.

Dari sisi waktu, tambah Yoga, hujan deras plus angin kencang tersebut tidak akan memakan waktu lama. Biasanya hanya terjadi antara satu hingga dua jam.  Awan cumulus yang memiliki bentuk seperti bunga kol atau dan kemudian berkembang menjadi cumulusnimbus ditengarai menjadi penyebab timbulnya hujan disertai angin kencang tersebut.

Berbeda ketika sudah benar-benar memasuki musim penghujan. Awan stratus yang bentuknya lebih lebar, menurut Yoga membuat tipologi hujan yang berbeda. Dia menjelaskan, awan pada musim penghujan membuat hujan ringan. Namun demikian cakupan hujan ringan ini dari sisi daerah lebih merata atau tidak lagi bersifat lokal. Sementara dari sisi waktu, hujan ini lebih lama daripada hujan lebat.

BMKG memprediksi, hujan deras yang mengawali musim pancaroba akan terus terjadi hingga akhir Oktober.

“Itu prediksi kami. November sepertinya sudah benar-benar masuk musim penghujan. Jadi hujannya lebih ringan. Tapi bisa juga kan apabila prediksi kami itu kurang tepat,” jelasnya.

Meski hujan ringan ditengarai akan menghiasi musim penghujan, Yoga menambahkan, tidak menutup kemungkinan hujan lebat akan kembali turun pada musim penghujan.

Terkait hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat (18/10/2013) malam, Yoga menuturkan bisa juga disebut hujan ekstrim. “Tapi seperti yang telah saya katakan, itu gejala lokal. Artinya ya hanya Solo sekitar. Secara umum tidak demikian,” tambahnya.

Mengenai kecepatan angin, Yoga menjelaskan saat ini ada di kisaran 5-30 kilometer (Km)/jam. Kecepatan tersebut masih dalam tahapan normal mengingat kategori kecepatan angin ekstrim adalah apabila mencapai lebih dari 45 Km/jam. Meski masih normal namun Yoga mengakui di masa pancaroba ini ada peningkatan kecepatan angin yakni dari 5-25 Km/jam menjad 5-30 Km/jam.

Editor:  | dalam: Solo |

sumber : http://www.solopos.com/2013/10/19/cuaca-ekstrem-bmkg-waspada-hujan-angin-hingga-akhir-oktober-457658


admin