Meteorologi bisa kurangi resiko kecelakaan pesawat

Transportasi udara sudah lama ada. Jarak jauh terasa dekat dengan adanya pesawat. Tak perlu ada macet, perbaikan jalan, jembatan putus, banjir, maupun gangguan perjalanan seperti di darat. Namun bukan berarti transportasi udara ada tanpa adanya resiko. Justru resiko besar ada di atas sana. Ketika entah apa yang terjadi di atmosfer, tiba-tiba ada badai, atau angin kencang, dsb.

Ilmu meteorologi ada salah satunya untuk itu. Untuk mempelajari dinamika atmosfer sehingga perilaku atmosfer dapat dipelajari hingga terprediksi. Walau pada dasarnya, tidak akan pernah ada prediksi yang tepat 100%. Namun dengan adanya ilmu ini paling tidak dapat mengurangi resiko penerbangan hingga dapat mencegah adanya kecelakan pesawat yang akan mengambil korban.

Ada mahasiswa Program Studi Meteorologi s1 angkatan 2009 (Juno Caesar Hardoyo) yang saat ini sedang melakukan penelitian tentang ‘Pengaruh Downdraft Terhadap Angin Permukaan Di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Dengan Model WRF’. Sebelum membahas lebih detail apa itu downdraft, baiknya kita lihat saja kondisi lapangan serta kejadian-kejadian yang pernah ada di negara kita. Banyak sekali kejadian pesawat gagal mendarat dengan baik walau itu sudah berada di kawasan bandara. Ada yang mengatakan bahwa ada angin kencang yang membelokkan pesawat, adapula yang mengatakan ada angin kencang tiba-tiba berhembus dari arah depan pesawat, dsb. Hal tersebut tentunya akan sangat membahayakan. Mengapa hal itu bisa terjadi ? Salah satu penyebabnya adalah adanya ‘downburst’ yakni downdraft yang mencapai permukaan.

downburst

garis kuning menunjukkan downburst (downdraft yang mencapai permukaan)
sumber : http://www.srh.noaa.gov/jetstream/tstorms/wind.htm

Coba kita lihat, sangat berbahaya jika aliran udara turun dari awan itu adalah mempunyai kecepatan yang tinggi, pesawat bisa terhempas, dan kecelakaan.

Untuk lebih detailnya, silakan baca juga di http://www.srh.noaa.gov/jetstream/tstorms/wind.htm

flayerok

Weather and Climate Colloquium (WeaCColl)

Weather and Climate Colloquium (WeaCColl)

“Pemodelan Banjir Jakarta dan Permasalahannya”

Jumat, 6 Desember 2013

08.00-11.00 WIB

Labtek XI Lt.2 R.Seminar Prof. Goenarso

Segera daftarkan diri Anda !

Free. Peserta terbatas hanya 60 orang.

dies

Dies 50 Tahun GM ITB

50 Tahun GM-ITB untuk negeri – Akhir kata dan terima kasih

Kakak, adik, dan rekan” massa himpunan sekalian

Maaf baru ngepost sekarang, disini saya mau mengucapkan terima kasih untuk seluruh massa himpunan untuk kontribusinya di acara 50 Tahun GM-ITB untuk negeri minggu laluTerima kasih untuk segala pihak yang sudah membantu dr keberjalanan acara sampai akhir kemarin, terima kasih juga untuk kedatangannya.Untuk 2010 2011 2012 yg sudah membantu teknis acara kemarin dengan sangat bersemangat. Dan juga untuk segala pihak yg sudah membantu dari segi teknis maupun non teknis untuk keberjalanan acara kemarin. Akhirnya proses 50 tahun GM-ITB untuk negeri yang sudah berjalan selama kurang lebih 1.5 tahun  ini selesai juga. Dari mulai rapat pertama di food opera dago sampai acara terakhir di Lapangan CC Timur kemarinAkhir kata, berikut pesan” dari mantan ketua IA-GM Bapak Abdul Muthalib M di milis GM-net

“Yth. Seluruh Rekan Alumni dan Mahasiswa Yang Budiman,

Ass. WW, salam sejahatera untuk semua.

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin sharing info dan kabar berita untuk kawan-kawan alumni yang hari Sabtu lalu, nggak sempat hadir pada acara 50 Tahun GM-ITB. More >