brosurWRF-depan

Pelatihan Model WRF (Weather Research and Forecasting Model)

Lab Analisis Meteorologi ITB akan mengadakan pelatihan model WRF (Weather
Research and Forecasting Model) untuk para akademisi maupun nonakademisi.

Pelatihan ini akan kami adakan pada:

Hari/Tanggal: Kamis-Sabtu, 10 – 12 November 2011
Pukul: 09.30 – 16.00
Tempat:
Ruang Komputer Lab. Analisis Meteorologi
Labtek XI lt. 2 ITB
Jl. Ganesha 10 Bandung

Pelatihan dikenakan biaya sebesar Rp3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu
rupiah) per orang (tidak termasuk akomodasi), dengan fasilitas yang sudah
tercantum dalam brosur.

Formulir pendaftaran dan brosur dapat didownload di link:
http://www.4shared.com/file/z7Kbk7RL/Pelatihan_WRF.html

Jika anda men-download di lingkungan ITB silakan menggunakan link:
ftp://stratus.meteo.itb.ac.id/mahasiswa/nurinda/pelatihanwrf/Pelatihan_WRF.rar

Klik gambar untuk memperbesar:

Formulir Pelatihan WRF

Terima kasih :)
-WCPL team-

Meteorological Day 2011: Lomba Fotografi Awan

BANDUNG, itb.ac.id – “Indahnya awan di langit, tak perlu kita cari ke tempat yang jauh. Tak perlu ke luar negeri, di sekitar kita pun ada pemandangan awan yang dapat membuat kita terkagum-kagum,” ujar Nurinda Saumananda (Meteorologi 2008), selaku ketua panitia Lomba Fotografi Awan. Pameran dan pengumuman pemenang lomba ini diadakan pada Rabu (23/03/11) bersamaan dengan acara talkshow “Adaptasi dan Mitigasi Bencana Meteorologi di Indonesia” yang juga merupakan salah satu rangkaian acara Metday HMME ITB bertempat di Campus Center (CC) Timur Kampus ITB.

Lomba skala nasional tersebut termasuk dalam rangkaian acara Meteorogical Day (Metday) 2011 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Meteorologi “Atmosphaira” (HMME) ITB dalam rangka Hari Meteorologi Sedunia yang jatuh tepat pada tanggal 23 Maret 2011. Lomba Fotografi Awan berlangsung sejak tanggal 15 Februari hingga 13 Maret 2011. Peserta lomba tidak dibatasi umur, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum boleh mengikuti lomba ini.

Persyaratan wajib lomba adalah harus menyertakan nama awan jenis awan yang menjadi objek foto dengan panduan nama awan terdapat pada situs resmi rangkaian acara. Hal ini dilakukan karena poin penjurian tahap pertama pada perlombaan adalah kesesuaian awan sebagai objek foto dengan nama yang disertakan. Penjurian tahap pertama dilakukan oleh pihak HMME ITB dengan Dosen Jurusan Meteorologi Drs. Zadrach L. Dupe, M.Si. Kemudian penjurian tahap dua dilakukan oleh Perkumpulan Amatir Foto Bandung yang memang digandeng HMME ITB untuk menilai aspek fotografi.

Dari 344 karya yang masuk, diseleksi hingga 60 besar lalu 13 besar sampai akhirnya mengerucut hingga 5 besar pemenang lomba. Nama peserta langsung digantikan oleh nomor registrasi saat masuk sehingga saat proses penjurian tidak ada unsur kecurangan dan setelah nomor registrasi pemenang terpilih kemudian baru diketahui nama peraih 5 tempat terbaik. Juara pertama lomba diraih oleh Rizki Ersa (Ganesha TV ITB) dengan karyanya yang berjudul “Burst!”

“Harapan kami, dengan keberadaan lomba ini masyarakat menjadi tahu bahwa dengan mengetahui ciri- ciri awan bisa berguna bagi kehidupan sehari- hari. Misalnya saja Cirrus, awan tinggi yang tidak menghasilkan hujan akan berbeda bentuk dengan Cumulonimbus yang membawa hujan”, terang Nurinda.

Menarik Minat Turis Asing

Seorang turis asal Perancis, Erika Viel Lamare yang sangat tertarik pada Lomba dan Pameran Foto Awan ini. Erika yang sangat menyukai Kota Bandung berpendapat bahwa lomba tersebut unik dan baru ia temukan di ITB. Ia pun membeli salah satu karya yang berjudul “Setra Duta, Bandung” milik Vincent Angga Gunawan (Farmasi Klinik dan Komunitas 2008).

Pemenang lomba dapat dilihat di http://cirrus.meteo.itb.ac.id/metday

***

dikutip dari http://www.itb.ac.id/news/3163.xhtml

Meteorological Day 2011: Talkshow Adaptasi dan Mitigasi Bencana Meteorologi di Indonesia

BANDUNG, itb.ac.id – Dalam rangka memperingati hari meteorologi dunia, Himpunan Mahasiswa Meteorologi (HMME) ITB kembali menyelenggarakan Meteorological Day 2011 pada Rabu (23/03/11), bertempat di Galeri 1 Campus Center Timur ITB. Acara tersebut diisi dengan talkshow dengan mengusung tema “Adaptasi dan Mitigasi Bencana Meteorologi di Indonesia”.

Pembukaan acara dihadiri oleh Prof.Dr.Ir. Eddy Ariyono Subroto, dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB. Pada sambutannya, Eddy menyampaikan salah satu keahlian yang dipelajari oleh FITB adalah dalam hal mitigasi bencana. “Hampir semua program studi di FITB mempelajari tentang mitigasi bencana, saya harap untuk ke depannya bidang ini bisa menjadi kekuatan untuk mengembangkan FITB menjadi lebih baik,” ujar Eddy.

Talkshow dimulai dengan pemaparan dari Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dr. Edvin Aldrian, B. Eng. Pada pemaparannya, Edvin menjelaskan tentang Evaluasi Bencana Hydrometeorologi tahun 2010.

“Tahun 2010 adalah tahun tanpa kemarau di Indonesia. Hal ini merupakan akibat dari perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global,” jelas Edvin. Dampak lain yang disebabkan oleh pemanasan global antara lain adalah perubahan siklus air yang menjadi lebih cepat dan badai salju yang terjadi di bumi belahan kutub. Semua hal tersebut berpotensi menyebabkan bencana alam, seperti banjir di Queensland, Australia pada akhir 2010.

Dra. Atika Lubis, M.S. menjelaskan bahwa terganggunya lapisan atmosfir akan berpengaruh terhadap perubahan iklim di bumi. “Di Indonesia, meteorologi adalah ilmu terapan yang masih dikesampingkan dalam kehidupan sehari-hari, padahal perannya berhubungan langsung dengan manusia, ” tutur Atika. Ketua Kelompok Keilmuan Sains Atmosfir ini juga memaparkan tentang macam-macam kontaminasi udara yang mencemari atmosfir seperti kontaminasi oleh partikel gunung api, asap kendaraan, dan asap dari pabrik-pabrik industri. “Kontaminasi akibat asap kendaraan dan industri berpontensi untuk menimbulkan hujan asam yang dapat merusak lingkungan hidup, ” ujar Atika.

Ikut Merayakan Hari Meteorologi Dunia

Danni Utomo (Meteorologi 2008) selaku ketua HMME, menuturkan bahwa ajang tahunan ini diselenggarakan bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat tentang meteorologi khususnya dalam hal mitigasi bencana. “Di Indonesia sebagian besar bencana alam disebabkan oleh bencana meteorologi, contohnya banjir,” jelas Danni. Selain itu, ajang ini juga diadakan untuk memperingati hari meteorologi dunia yang bertepatan dengan lahirnya Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).

Rangkaian acara tahunan Meteorological Day terdiri atas pre-event pembagian bibit pohon kepada masyarakat, lomba fotografi bertema awan, dan diakhiri oleh talkshow bertema adaptasi dan mitigasi bencana.

***

dikutip dari http://www.itb.ac.id/news/3162.xhtml

Pre-Event Meteorological Day 2011: Berbagi Bibit Pohon, Langkah Awal Mencegah Bencana

BANDUNG, itb.ac.id – Himpunan Mahasiswa Meteorologi (HMME) ‘Atmosphaira’ ITB melangsungkan kampanye untuk menanam pohon pada Car Free Day di Jalan Ir. H. Juanda, Minggu (06/03/11). Kegiatan yang dibarengi dengan pembagian bibit pohon gratis kepada masyarakat ini dilakukan sebagai pre-event dari rangkaian acara Meteorological Day 2011 yang akan berpuncak pada World Meteorological Day (23/03/11) yang dirayakan bersama di seluruh dunia.

Kampanye untuk menanam pohon ini dimulai pukul 7 pagi dari Jalan Ganesha, lalu masuk ke wilayah Car Free Day dan dipusatkan pada persimpangan Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Teuku Umar di mana bibit-bibit pohon dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang sedang berolahraga ataupun berjalan-jalan di kawasan Car Free Day tersebut. Bibit-bibit pohon yang dibagikan sendiri berasal dari jenis pohon kayu dan pohon buah, seperti rambutan, pete, jambu, dan rosamala.

“Dengan membagikan bibit-bibit pohon ini (kepada masyarakat, red), kami berharap dapat mengajak masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi bencana,” ujar Dicky Ardiansyah (Meteorologi 2008) sebagai Ketua Panitia Meteorological Day 2011. Dicky menjelaskan bahwa banyak sekali bencana yang dapat ditanggulangi dengan menanam pohon.

Akar-akar pohon yang memiliki potensi untuk menyimpan air akan sangat membantu untuk mencegah peluapan air berlebihan yang mengakibatkan banjir dan juga menyediakan persediaan air pada saat musim kemarau sehingga bencana kekeringan juga dapat dihindari. Karena sedemikian pentingnya fungsi pohon ini, Dicky berharap agar kegiatan pembagian bibit pohon ini dapat berlangsung terus setiap tahun dan dapat menjadi ciri khas dari HMME ‘Atmosphaira’ ITB.

Sementara itu, Noneng, salah seorang penerima bibit pohon, menyatakan kegembiraannya menerima bibit pohon gratis dari kegiatan ini. “Bandung makin panas, jadi saya senang sekali ada yang mau membagikan bibit pohon gratis seperti ini,” terang Noneng yang berniat untuk menanam bibit pohon tersebut di halaman depan rumahnya di daerah Karapitan. Selain itu, sebagai kader Posyandu, Noneng berniat untuk melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu rumah tangga setempat untuk melakukan hal yang sama.

Meteorologi dan Berbagi Pohon

Banyak orang yang masih kurang bisa mengaitkan antara program studi Meteorologi dan kegiatan berbagi bibit pohon, namun ternyata kaitannya sangat erat. Meteorologi adalah sebuah bidang ilmu yang mengkaji tentang udara, yang lebih jauhnya lagi juga mengkaji tentang cuaca dan iklim. Karena itu, banjir dan kekeringan dalam skala kecil, serta perubahan iklim skala global seperti pemanasan global memiliki kaitan yang sangat erat dengan ilmu meteorologi.

Pemanasan global sedang terjadi, dan usaha untuk mencegah bencana-bencana akibat pemanasan global yang selama ini telah menjadi ancaman, harus senantiasa digalakkan. Dimulai dari langkah kecil saat ini, akan menjadi efek yang besar di masa depan.

***

dikutip dari http://www.itb.ac.id/news/3146.xhtml

16

Pelatihan Administrasi dan Jaringan Web



Apa yang biasa anda lakukan di minggu terakhir liburan semester? Ada diantara kita yang memaksimalkan liburan dengan lebih sering jalan-jalan atau pergi backpacking bersama teman-teman. Tapi ada pula yang cukup bersantai di rumah (atau kosan) meresapi waktu senggang dengan membaca novel, menulis blog sambil menikmati secangkir kopi. Selain mengarungi alam dan bersantai, ternyata lain lagi kegiatan yang dilakukan oleh 20 orang teman-teman kita di program studi Meteorologi ITB. Pada tanggal 17-21 Januari 2011 mereka mengikuti Pelatihan Administrasi dan Jaringan Web yang diselenggarakan oleh Tim Lab Komputasi Meteorologi ITB. Pemateri pelatihan admin ini adalah Zeki Fithra (Ka Zeki, Meteorologi ITB 2004) dan I Dewa Gede A Junnaedhi (Mas Jun, Meteorologi ITB 2001).

Hari pertama dimulai dengan banyak wawasan mengenai hardware komputer. Di meja peserta telah tersedia ‘jeroan’ komputer, mulai dari mainboard, processor, heat sink fan, HDD, RAM, Ethernet card, LAN card, DVD drive, kabel-kabel, dll yang kemudian peserta ditugaskan untuk merakitnya menjadi satu komputer PC utuh. Dilanjutkan dengan peng-install-an sistem operasi berbasis Unix: Free BSD sebagai Gateway server primer dan OpenSuse sebagai server sekunder.

Hari kedua meliputi penjelasan konsep-konsep dasar mengenai pembangunan jaringan. Penggunaan protokol TCP/IP, konsep pembagian kelas IP Address, perbedaan antara IP public dan IP private, manfaat membuat Subnetting dalam jaringan, dll.
Pada hari ketiga, materi lebih difokuskan pada shell scripting, DNS (Domain Name System), dan penginstalasian aplikasi Bind 94, pureFTP, postfix, apache22, dan PHP pada OS Free BSD dan juga aplikasi sejenis pada OS OpenSuse.

Tiga hari yang diwarnai dengan layar hitam-putihnya Free BSD dan OpenSuse tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti hari ke-empat. Karena hari itu dijelaskan mengenai security jaringan, tentang bagaimana jalan kerja port sehingga kita bisa melihat koneksi apa saja yang terbuka pada suatu komputer. Sampai disitu, peserta dapat menyimpulkan bahwa tidak ada yang benar-benar ‘rahasia’ ketika kita mengirim data antarkomputer dalam suatu jaringan. Pada hari keempat ini juga peserta diajarkan cara mengaktifkan website, FTP dan pengaturannya. Kemudian pelatihan hari itu ditutup dengan penjelasan mengenai Routing dan penerapan Routing Statik.

Pelatihan diisi dengan materi Routing Dinamik pada hari kelima. Routing Dinamik ini menggunakan OSPF sebagai protokol dan Zebra sebagai aplikasi routing. Selain routing, dijelaskan juga mengenai encryption, dan wawasan lainnya mengenai internet. Pada sesi tanya jawab, peserta dibebaskan bertanya apapun yang berkaitan dengan jaringan. Terakhir, sebagai feedback atas dilaksanakannya Pelatihan Administrasi dan Jaringan Web ini, Kepala Laboratorium Analisis Meteorologi ITB, Pak Tri Wahyu Hadi menugaskan para peserta untuk mengelola jaringan komputer di program studi Meteorologi.

“Banyak lulusan Meteorologi yang menjadi ahli IT,” kata Mas Jun. Jelas demikian karena pemodelan Meteorologi memerlukan komputer berkecepatan tinggi (super computer) untuk bisa running dan menghasilkan forecasting. Seiring dengan pengetahuan yang luas mengenai komputer tersebut dan didukung oleh pelatihan pembuatan jaringan, server dan lain-lain, dengan sendirinya mahasiswa Meteorologi pun juga menguasai IT.

Jadi, apa yang telah anda lakukan selama liburan semester kemarin? Menantang alam, merelaksasi diri, mempelajari ilmu baru, apapun itu semoga selalu bermanfaat untuk menghadapai hari-hari di depan karena setiap langkah kita tidak akan ada yang sia-sia.

2011 International Union of Geodesy and Geophysics General Assembly XXV IUGG General Assembly

IUGG

MELBOURNE Australia 2011

2011 International Union of Geodesy and Geophysics General Assembly
XXV IUGG General Assembly

EARTH ON THE EDGE:
SCIENCE FOR A SUSTAINABLE PLANET
28 June — 7 July 2011
Melbourne Convention and Exhibition Centre

INVITATION
Dear Scientific Colleagues, The Organising Committee for the 2011 International Union of Geodesy and Geophysics (IUGG) General Assembly, on behalf of the Australian and New Zealand scientific communities, invites researchers world-wide to Melbourne, Australia, in 2011 to participate in an exciting, multidisciplinary General Assembly on cutting edge science, presented by the eight scientific associations of the IUGG. The General Assembly will be marked by a scientific program of outstanding plenary speakers, a comprehensive program of state of the art symposia organised by each IUGG association, a compelling keynote speakers program,and the highlight of IUGG General Assemblies, an interdisciplinary, inter-association program of symposia addressing major scientific issues of global and regional signifi cance and concern. The new Melbourne Convention and Exhibition Centre, completed in late 2009, is the most modern convention centre in the world. It has received world wide acclaim for achieving a 6 Star Green environmental rating by the Green Building Council of Australia, the first in the world for a convention centre. The city of Melbourne is one of the most liveable cities in the world that hosts a diverse and dynamic scientific research community. Australia and New Zealand are fantastic destinations for holidays and tourism, offering exotic touring opportunities. The indigenous Aboriginal culture of Australia and the Maori culture of New Zealand are unique in the world. We look forward to sharing with you the rich scientific program we are planning for the 2011 IUGG General Assembly in Melbourne as well as the unique and exotic recreational opportunities Australia and New Zealand offer to IUGG 2011 participants and their families.

Professor Ray Cas Chairman,
Joint Australia and New Zealand Organising Committee,
IUGG 2011 Melbourne

informasi selanjutnya (waktu, tempat, submit makalah, deadline dan lain-lain) dapat dilihat pada brochure ini

Al Gore’s Training

Dear TCP Indonesia Presenters,
Please send the following email on Al Gore’s training to your friends, networks and communities.
We are looking for people that have the capacity and commitment to contribute to the program over a 12 months period.
It would also be helpful that the individual is a great conduit to new and diverse audiences – those outside the ‘usual suspects’
__________________________________________________________________________________________________________
The Climate Project is delighted to offer you the opportunity to apply for The Climate Project Asia – Pacific Summit to be held in Denpasar, Indonesia from January 8 – 10, 2011.

The Summit will provide participants the chance to receive training from former US Vice President and Nobel Laureate The Hon Al Gore on his most recent material drawn from his new book Our Choice, to hear from an informative, inspiring and diverse group of speakers on science, political landscape, solutions and skills training – and of course the wonderful opportunity to connect with other committed people doing amazing things from around the region.

As The Climate Project Presenter you will join more than 3000 volunteers in 57 countries around the world and make a significant difference on  climate change issues.

The Climate Project Indonesia presenters have reached a range of audience at government agencies, regional governments, city governments, environmental organizations, multinational corporations, scouts organizations, creative communities, conservation foundations, real estate developers, forestry sector, community foundations, universities, schools, print and electronic media.

2011 will be a year of great challenge and opportunity on climate change and we need passionate, committed individuals to make that happen.

Apply online and join the growing movement of people driving change by clicking the link below:
http://www.surveymonkey.com/s/2011AsiaPacificSummit

Some of you may want to consider your responses before filling out the application and a copy of the questions can be found here:
http://www.acfonline.org.au/uploads/res/PublicSummitApplication.pdf

Applications close Sunday 5 December 2010.

For those who do not have access to broadband or high speed internet, a word document is available. Please email climateproject@acfonline.org.au with ‘AP Summit – Word format application’ in the subject line.

Participants will receive the training and materials free of charge, but will be required to fund their own travel and accommodation expenses.

Full details will be provided to successful applicants.

Some previous experience in public speaking and presenting would be an advantage. Applicants will need knowledge of Keynote or PowerPoint programs and access to a laptop computer. Applicants MUST be willing to commit to delivering and reporting back on a minimum of 10 presentations or other related activities over the next 12 months.

We will be notifying ONLY successful candidates by email on Tuesday 7 December 2010.

We hope you’re able to join us for this once in a lifetime event and if you need information to help you with your decision to apply, please visit www.tcpindonesia.org or www.facebook.com/TCPIndonesia for more information on our activities.

You could also email us at tcpindonesia@gmail.com

With best wishes,

The Climate Project – Indonesia team

Pelatihan Dasar Sistem Informasi Geografis Untuk Meteorologi

Program Studi Meteorologi akan menyelenggarakan Pelatihan Dasar Sistem Informasi Geografis Untuk Meteorologi bagi mahasiswa Program Studi Meteorologi. Pelatihan ini terutama ditujukan bagi mahasiswa Program Kerjasama (Kerma) BMKG angkatan 2009, namun mahasiswa reguler juga di-izinkan untuk ikut dengan jumlah yang terbatas. Pelatihan akan diadakan selama 3 hari dengan waktu dan tempat sebagai berikut :

Hari/Tanggal : Jumat – Minggu, 27 – 29 Agustus 2010
Waktu Pelaksanaan : pukul 13.00 – 18.00
Tempat : Ruang Seminar Prof. Soesilo, Labtek XI lantai 2

Jumlah peserta maksimum yang di-izinkan mengikuti pelatihan ini adalah 30 orang dengan rincian 20 orang mahasiswa Kerma BMKG dan 10 orang mahasiswa reguler. Apabila ada mahasiswa Kerma BMKG yang tidak mendaftar sampai waktu yang ditentukan, mahasiswa tersebut bisa digantikan oleh mahasiswa reguler.

Bagi mahasiswa Program Kerma BMKG yang berminat harap mendaftarkan diri ke Bu Wina. Bagi mahasiswa reguler yang berminat mengikuti pelatihan ini harap mendaftarkan diri ke Divisi Pendidikan HMME (Gintang Sulung). Pendaftaran paling lambat hari Kamis, 26 Agustus 2010 pukul 17.00.

Catatan :

Setiap peserta wajib membawa laptop dan berkomitmen untuk mengikuti pelatihan ini dari awal sampai akhir. Pelatihan ini tidak memungut biaya apapun, serta disediakan tajil pada setiap akhir pelatihan.

Akun MetA dan Akses Wireless bagi Mahasiswa Meteorologi

Bagi mahasiswa prodi Meteorologi ITB (semua angkatan) yang ingin memperoleh akses layanan internet berupa e-mail, akun ftp dan akses wireless (akun MetA), seperti yang tertera pada halaman Layanan Internet/Intranet, bisa menghubungi Administrator Jaringan Meteorologi (dewa108). Untuk pendaftaran, mahasiswa harus memberikan nama lengkap, NIM, serta username dan password yang diinginkan. Username juga harus unik, tidak boleh sama dengan orang lain. Mahasiswa (terutama yang belum dikenal oleh administrator) juga diwajibkan menunjukkan KTM/KSM saat pendaftaran. Pendaftaran bisa dilakukan melalui e-mail (bagi mahasiswa yang sudah memiliki e-mail lain) dengan mengirimkan e-mail berisi hal-hal yang disebutkan di atas ke alamat dewa108[at]meteo[dot]itb[dot]ac[dot]id. bagi mahasiswa yang mendaftar lewat e-mail wajib menyertakan hasil scan KTM atau KSM yang masih berlaku. File hasil cetak KSM pada web ol.akademik.itb.ac.id juga bisa digunakan.

Bagi mahasiswa/dosen/staf yang telah memiliki akun MetA dan ingin mengakses wireless di lingkungan Prodi Meteorologi bisa mengikuti petunjuk di halaman Akses Wireless Meteorologi ITB. Apabila menemui kesulitan harap menghubungi Administrator Jaringan Meteorologi